Senin, 18 Februari 2013

Tanralili kab Maros


Tanralili adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, IndonesiaDaerah ini merupakan wilayah bekas kerajaan tanralili yg di perintah seorang raja begelar karaeng tanralili,adapun susunan Raja yg memerintah dari masa ke masa adalah sebagai berikut:
1. I : Lamappaware daeng ngirate ( Batara tanralili) matinroa ri tompo bulu
2. II : Idaeng tanralili matinroa ri masale
3. III : I Lele daeng rimoncong matinroa ri tallo
4. IV : Ipangjanggau daeng mamala matinroa ri solojirang
5. V : Imalluluang daeng mannimbangi matinroa ri cidu toa
6. VI :Icalla daeng mabbunga karaeng borong
7. VII :Inyimpung daeng palallo
8. VIII :I Toe daeng pagajang tallea ri Bima
9. IX : Ipungruang daeng mangngati matinroe ri bengkalis
10.X :I Burane (abd gani) daeng manromo karaeng jawayya
11.XI :I nanggong daeng mattimu
12.XII : Andi ABDULLAH daeng Mattimu
13 XIII :Andi Baduddin daeng mannuntungi.
Tanralili merupakan kerajaan terbesar kedua dalam jajaran toddo limayya ri marusu,kekuasaannya meliputi 40 buah kampung dengan pusat pemerintahan awal berada di MASALE Dan selanjutnya di pindahkan ke AMMARANG saat pemerintahan raja tanralili ke-VI.Wilayah Tanralili didiami oleh kelompok masyarakat yang terkenal memiliki tempramen dan watak yang keras dan mudah tersinggung sehingga daerah itu di namakan tenrilili(tanralili) yang berarti tak dapat di tundukkan(ref: di Bontotangnga
dikutip dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanralili,_Maros

Sejarah Kabupaten Maros,


Bantimurung objek wisata terbaik di sulawesi selatan - Pada awalnya, didaerah Maros hanya terdapat sebuah kerajaan yg cukup besar bernama Kerajaan Marusu dengan batas batas meliputi: bagian selatan berbatasan dgn kerajaan Gowa/Tallo,bagian utara berbatasan dengan Binanga Sangkara’ ( batas kerajaan Siang),bagian timur berbatsan dengan daerah pegunungan ( Lebbo’ Tangngae )dan pada bagian baratnya berbatasan dengan Tallang Battanga ( Selat Makassar ).
Kerajaan Marusu pada waktu itu,hidup berdampingan dengan damai dgn kerajaan kerajaan tetangga, seperti gowa bone, luwu dll.keadaan tersebut, berlangsung terus menerus hingga masuknya intervensi kompeni belanda.seiring kekalahan kerajaan gowa/tallo dibawah pemerintahan I mallombassi dg mattawang karaeng bonto mangngape’ sultan hasanuddin oleh kompeni belanda dibawah pimpinan admiral speelman.
Dimana, atas kekalahannya tersebut sultan hasanuddin terpaksa menandatangani suatu perjanjian perdamaian pada tgl18 november 1667 yg dinamakan ” cappaya ri bungaya ” atau ” perjanjian bungaya “.yg terdiri atas beberapa pasal, dan salah satunya mengatakan ” bahwa negeri negeri yg telah ditaklukan oleh kompeni dan sekutunya, harus menjadi tanah milik kompeni sebagai hak penaklukan “.
Oleh karena itu, kerajaan marusu yg merupakan sekutu dr gowa yg berhasil ditaklukkan oleh kerajaan bone di bawah pimpinan arung bakke,arung appanang dan arung bila atas nama arung palakka yg merupakan sekutu dari kompeni,lmbat laun mulai dikuasai oleh kompeni belanda.
Puncaknya terjadi pd awal tahun 1700, tepatnya pd masa pemerintahan Kare yunusu sultan muhammad yunus karaeng marusu VII. dimana pd masa pemerintahan beliau,marusu tdk lagi menjadi suatu kerajaan yg besar, sebab oleh belanda, marusu menjadi daerah jajahan dalam bentuk ” regentschap”dimana raja marusu hanyalah merupakan raja tanpa mahkota( onttrondevorsteen)
artinya”walaupun raja raja marusu berhak mengatur pemerintahannya sendiri dan diangkat sesuai garis keturunan dan secara adat marusu, namun pengankatan raja raja itu harus mendapat persetujuan dr pihak belanda.selain itu , kerajaan marusu yg tadinya cukup luas kini menjadi kerajaan kecil dgn tersisa 36 kampung yg mnejadi kekuasannya.dan pada bekas2 wilayahnya itu berdiri beberapa kerajaan kecil, seperti : kerajaan Bontoa,tanralili,turikale,simbang,raya dan lau’.
Melihat keadaan yg demikian Kare yunusu lalu menyerahkan tahta kepada La mamma dg marewa diwettae mattinroe ri samanggi yg merupakan keturunan dari I maemuna dala marusu adik kandung dari karaengta barasa sultan muhammad ali raja marusu VI ayahanda beliau yg diperisterikan oleh La patau matanna tikka sultan alimuddin idris raja bone mattinroe ri nagauleng.
Di masa pemerintahan La mamma dg marewa ini,beliau berusaha mengajak raja raja tetangga yg baru berdiri itu,untuk membentuk suatu wadah persatuan guna bersama sama saling bahu membahu dalam segala hal,terutama dalam rangka mengantisipasi segala macam gangguan / intervensi dari pihak pihak lain ,terutama dari pihak belanda.
Pada awalnya ,ajakan dari La mamma dg marewa ini ,ditolak oleh raja2 tetangga,karena menganggap itu adalah akal akalan La mamma saja untuk menghuasai kembali wilayah marusu yg sudah terpecah pecah itu.namun,berkat diplomasi yg baik .akhirnya terbentuklah suatu wadah persatua yg bernama ” TODDO LIMAYYA RI MARUSU ” ( persatuan adat lima kerajaan ). ,terdiri atas; marusu,simbang,bontoa,tanralili,turikale,dan raya.

KERAJAAN MARUSU Bantimurung objek wisata terbaik di sulawesi selatan

Berdiri pada sekitar abad ke 15 oleh seorang raja yg diyakini sebagai seorang tumanurung bergelar ” karaeng loe ri pakere “.
Berdasarkan lontara patturioloanna tu marusuka ,beliau ini tidak mempunyai keturunan dan nama isterinya juga tdk diketahui,namun dlm lontara tersebut menyebutkan ,bahwa beliau mempunyai seorang putri angkat yg juga merupakan seorang tumanurung bergelar tumanurunga ri pasandang.yg lalu dikawinkan dengan seoarang timanurung dari daerah luwu bergelar” tumanurung ri asa’ang.dan melahirkan seorang putra yg bernama i sangaji ga’dong yg setelah dewasa naik tahta menjadi karaeng marusu II menggantikan karaeng loe ri pakere.
ketika karaeng tumapa’risika kallonna raja gowa IX yg memerintah sekitar tahun 1510-1546melakukan eksvansi perluasan wilayah dgn menyerang dan menguasai negeri negeri sekitarnya, kerajaan marusupun tak luput dari serangan tersebut.namun, dalam serangan pertama tersebutberhasil di bendung oleh laskar laskar kerajaan marusu sehingga laskar laskar gowa harus pulang dgn tangan hampa.tetapi,pada serangan berikutnya laskar laskar marusu kesulitan untuk membendungnya yg mana pada akhirnya terjadi traktat persahabatan antara karaeng loe ri pakere raja marusu I dgn karaeng tumapa’risi kallonna raja gowa IX.dan semnjak saat itulah marusu menjadi sekutu dan sahabat dari kerajaan gowa.
Namun,pada masa pemerintahan i mappasomba dg nguraga karaeng patanna langkana tumenanga ribuluduayya raja marusu IV,kerajaan marusu justru mengangkat senjata melawan kerajaan gowa.ini dikarenakan ipar beliau I mangngayoang berang karaeng pasi raja tallo III yg memperisterikan adik beliau I pasilemba tu mammalianga ri tallo berperang melawan gowa. sehingga atas dasar kekeluargaan I mappasomba dg nguraga terpaksa berdiri dipihak tallo.yg mana pada akhirnya peperangan ini berakhir dgn damai yg melahirkan suatu sumpah mengatakan ” iya iyanamo ampasiewai gowa na tallo iyamo ricalla dewata ” artinya ” barang siapa yg memperselisihkan gowa dan tallo akan dikutuk oleh yg maha pencipta ”
Semenjak saat itu tiada lagi peperangan antara gowa dan tallo ,bahkan timbul tradisi raja raja gowa menjadi raja di gowa dan raja raja tallo menjadi tumabbicara butta ri gowa ( mangkubumi ) .sedangkan kerajaan marusu tetap menjadi sekutu dan sahabat dr gowa yg senantiasa membantu gowa dalam setiap eksvansi perluasan wilayah yg dilakukan oleh kerajaan gowa.

KERAJAAN TANRALILI Bantimurung objek wisata terbaik di sulawesi selatan

Tanralili berasal dari kata ” tenri dan lili ” yg berarti tk dapat ditundukkan, dikatakan demikian karena daerah ini terkenal akan wataknya yg keras dan pemberani.
Didirikan pertama kali oleh bangsawan bone bernama la mappaware dg ngirate batara tanralili bulu’ ara’na bulu YG MERUPAKAN KETURUNAN DARI lA PATAU MATANNA TIKKA SULTAN ALIMUDDIN IDRIS MATTINROE RI NAGA ULENG RAJA BONE XVI. pada sekitar tahun 1700.

KERAJAAN TURIKALE Bantimurung objek wisata terbaik di sulawesi selatan

Berdiri pd sekitar tahn 1700 oleh I mappiare dg mangngiri putra raja gowa / tallo i mappau’rangi karaeng boddia sultan sirajuddin.
dikatakan turikale ( orang dekat/kerabat dekat )sebab,bangswan yg pertama kali membuka derah ini adalah putra raja gowa sendiri.
Namun pendapat kedua mengatakan , behwa penamaan turikale, dikarenakan raja raja yg memerintah di turikale mejalin hubungan yg dekat dengan pihak belanda, namun pendapat ini banyak mendapat tentangan, sebab tdk semua raja raja turikale yg menjalin hubungan yg dekat dgn belanda.bhkan banyak diantanya yg sangat anti terhadap belanda.

KERAJAAN SIMBANG Bantimurung objek wisata terbaik di sulawesi selatan

Dikatakan simbang ( batas ) sebab,terletak antara kerajaan gowa dan bone.namun menurut A fachri makkasau dlm bukunya berjudul ” kerajaan kerajan di maros dalam lintasan sejarah ” mengatakan bhwa ” simbang berasal dari kata ” sembang ” yg artinya ” menggantungkan di bahu . dikatakan demikian sebab, pada saat karaeng ammallia butta pertama kali datang menbuka daerah ini, beliau menggantungkan regelia/kalompoang yg dibawanya dari gowa di bahunya , sehingga rkyat setempat memberinya gelar karaeng sembang, yg lalu berubah bunyi menjadi ” simbang ”
Kerajaan ini berdiri pada sekitar awal tahn 1700 oleh la pajonjongi petta sanrimana belo karaeng ammallia butta ri marusu yg merupakan bangsawan gowa bone ,putra dari la pareppa tosappewali sultan ismail tumenanga nga ri somba opu

KERAJAAN BONTOA Bantimurung objek wisata terbaik di sulawesi selatan

Berdiri pada tahun 1700 oleh I mannyarrang seorang bangsawan dr daerah bangkala putra dari I pasairi dg mangngasi karaeng labbua tali bannangna raja bangkala dari isterinya I daeng takammu karaeng bili’ tangngayya putri dari I monriwagau daeng bonto karaeng lakiung tunipallangga ulaweng raja gowa X ( 1546-1565)
Muh aspar ddalam artikelnya ,berjudul ” riwayat gallarang bontoa ” menulis bahwa , daerah ini sebelumnya merupakan wilayah yg dikusai oleh karaeng marusu,sebagaimana yg diriwayatkan pleh J.A.B. Van De Broor tentang Randji silsilah regent Van bontoa ( 1928 ). yg mana beliau meriwayatkan I mannyarrang sebagai utusan dr raja gowa untuk memperluas wilayah kekuasaan kerajaan gowa.sehingga, karaeng marusu mempersilahkan I mI manyarrang membuka daerah baru yg mnjadi kekuasaan gowa.namun, dalam lontara sejarah karaeng loe ri pakere yg di tulis andi syahban masikki,1889 oleh W cumming reppaading the histoies of naros choronicle tdk menempatkan bontoa sebagai wilayah yg dikuasai marusu.

KERAJAAN LAU’ Bantimurung objek wisata terbaik di sulawesi selatan

Berdiri pd sekitar tahun 1800 oleh La abdul wahab pagelipue dg mamangung mattinroe ri laleng tedong putra dari La mauraga dg malliungang datu mario ri wawo ,cucu dari WE tenri leleang sultanah aisyah datu tanete pajung luwu XXVI myangattinroe ri soreang.diperisterikan oleh La malliongang datu limpmattinroe ru sapirie.pajung luwu XXVI mattinroe ri soreang yg diperisterikan olehusu.

dikutip dari
http://cakraningrat8.blogspot.com/2011/12/sejarah-kabupaten-maros.html


Jumat, 15 Februari 2013

cahaya terang dan lentera


Cahaya Terang n Lentera
Oleh  Sitti Supiyati pada 25 Juni 2010 pukul 20:03 ·
Dalam sepi......fantasi.....menguak misteri....
misteri tentang cinta
cinta yang hingga saat ini sulit q pahami ....

Namun....
Rasax...kini Q tersesat dalam misteri itu.....
MISTERI...yang skenarionya tertancap d ubun-ubun
kini......
semuanya....membingunkan...
seperti roda yang berputar...kencang....
membuat nadiq terasa panas....

cahaya terang.....
itulah tempat d mana Q menitipkan
kerinduanQ .....hingga datan si pemilikx

q takut...kelak Q tak mampu menahan semua ini
hingga pada akhirx......Q titipka kerinduanq pada lentera kecil ......
namun....Q sungguh merasa hina
ketika kelak akan melupakan cahaya terang itu......

cahaya terang......selamanya ...
kita akan bersama...
walaupu sekarang ...
lentera kecil telah menemanikQ u sementara .....

namun CintaQ padaMU cahaya terangq
akan kekal aBadi

Kamis, 07 Februari 2013

ppt animasi gerak

http://www.4shared.com/file/OqpXPoK4/PPT_TIK_SUPIMEJIKUHIBINIU.html

Resume TIK



Resume Teknologi Komunikasi dan
 Informasi Dalam Pendidikan



 

Oleh :

Sitti Supiyati
7516120282




PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2012



1.           PERGESERAN PARADIGMA PENDIDIKAN
Pendidikan Bukan hanya sebatas pemahaman singkat terhadap sesuatu, tapi lebih merupakan proses penguasaan ilmu pengetahuan yang fungsional berdasarkan kerangka fikir ilmia. Pergeseran paradigma pendidikan ditandai dengan perubahan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kurikulum, Pendekatan Pembelajaran dari Teacher Center Learning (TCL) ke Student Center Learning (SCL), Strategi Pembelajaran.
Perubahan kurikulum dari Kurikulum Nasional 1994 (yang berorientasi pada penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai target kurikulum program studinya, dan penilaian oleh perguruan tinggi sendiri) ke Kurikulum Berbasis Kompetensi (yang berorientasi pada pengusaan kompetensi di bidang pekerrjaan tertentu sesuai dengan kurikulum bidang studinya, dan penilaian oleh masyarakat pengguna lulusan) diharapkan dapat memberikan perubahan ke arah yang positif dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, dunia kerja, profesional (sesuai dengan bidang ahlinya) dan generasi masa depan yang lebih baik.
Ciri-ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK):
1.    Menyatakan secara jelas bahwa KOMPETENSI sebagai keluaran proses pembelajaran .
2.    Materi ajar dan proses pembelajaran didesain berorientasi pada pencapaian kompetensi dan berfokus pada minat peserta didik.
3.    Penilaian hasil belajar ditekankan pada kemam-puan unjuk kerja (melakukan sesuatu).
4.    Disusun oleh penyelenggara dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap lulusan.
5.    Merupakan INTEGRASI dari penguasaan ranah kognitif, psikomotorik dan afektif.
Kompetensi dalam tujuan pendidikan saat ini hanya difokuskan pada satu domain saja, yaitu domain kognitif, sedangkan domain afektif dan psikomotorik hanya beberapa persen saja. Maka, perlu dilakukannya beberapa perubahan, agar ketiga domain dapat terpenuhi dengan seimbang. Salah satunya dengan diadakannya pergeseran pendekatan dalam pembelajaran dari TCL ke SCL.
Ciri-Ciri Pembelajaran SCL(Student Centre Learning)
Ø  Guru/ Dosen dan peserta didik  secara aktif bersama sama membangun pengetahuan
Ø  Guru/Dosen lebih berperan sebagai fasilitator yang membimbing  peserta didik  belajar dari pada  pemberi informasi 
Ø  Belajar bukan hanya penguasaan materi per-kuliahan tetapi juga diarahkan pada pengem-bangan karakter  mahasiswa agar  menjadi pebelajar sepanjang hayat.
Ø  Belajar dan evaluasi dilakukan secara berta-hap dan terintegrasi (Pendekatan Proses)
Ø  Belajar merupakan proses  pengembangan pengetahuan. Jawaban salah terhadap suatu pertanyaan dianggap bagian dari belajar 
Ø  Proses belajar lebih kolaboratif & kooperatif
Ø  Belajar dapat dilakukan dimana & kapanpun
Ø  Belajar diarahkan pada pencapaian kompe-tensi mahasiswa melalui proses, penemuan  dan pemecahan masalah
Ø  Belajar diarahkan pada  pembelajaran ber-basis aneka sumber belajar
Ø  Proses pembelajaran cenderung mengguna-kan pendekatan interdisiplin
Ø  Proses pembelajaran difasilitasi mengguna-kan multimedia / TIK.



Peranan Guru Dan Dosen
v  Merumuskan tujuan/kompetensi pembelajaran
v  Menyediakan dan  memberikan  pengalaman belajar sesuai  dengan  tuntutan kompetensi
v  Menciptakan pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan
v  Mengecek perkembangan belajar peserta didik secara pribadi
v  Mendorong pesert berfikir kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah
v  Menjelaskan tentang norma, aturan, standar, sistem nilai, dan etika  yang berkaitan dengan mata pelajaran/kuliah.  
Perubahan Standar Kompetesi Lulusan (SKL) mengakibatkan perubahan strategi pembelajaran sesuai dengan SK Mendiknas No. 045/U/2002. Strategi pembelajaran yang digunakan pada harus lebih menyenangkan, bermakna, memberdayakan aneka sumber dan berorientasi pada T.I. agar hasil dari pembelajaran akan menjadi lebih baik dan memenuhi semua aspek dari tujuan pembelajaran itu sendiri.

2.           PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
Pembelajaran berbasis TIK adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang mengoptimalkan penggunaan  teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar dan sebagai medium penyampaian pesan dalam pembelajaran.
Perkembangan pembelajaran berbasis TIK diawali dari oral, lambang dan bunyi-bunyian, kemudian beralih ke cetak, audio dan visual, kemudian menjadi audio-visual, interaktif, multimedia, dan jaringan yang berbasis TIK. TIK memicu lahirnya berbagai model pembelajaran yang berbasis komputer. Computer Based Instruction ditandai dengan perubahan TCL ke SCL, dengan Computer Based Instruction pembelajaran menjadi lebih menarik, variatif, efektif, dan efisien. Computer Based Instruction terdiri dari dua pembelajaran, yaitu pembelajaran off-line dan pembelajaran on-line. Pembelajaran off-line yaitu Computer Based Learning, sedangkan pembelajaran on-line yaitu On-line Learning(Web Based Learning), E-Learning(Technologi Based Learning), dan Distance Learning(integreted System)
TIK sebagai sumber belajar
q    Menjawab Kebutuhan Informasi
1.    Mengintegrasikan TIK sebagai sumber  belajar
2.    Memastikan alamat-alamat situs yang akan dikunjungi
3.    Mengembangkan LKS berbasis PBK
4.    Membuat lembar refleksi diri
q    Layanan Yang Cepat dan Murah
1.    Meninggalkan kebiasaan satu sumber belajar
2.    Menggunakan ANEKA sumber belajar    
3.    Mengefektifkan penggunaan internet 
q    Informasi Terkini
1.    Cepat, terkoneksi ke semua sistem jaringan perpustakaan
2.    Terkini, informasi secara teratur diperbaharui
Tujuan utamnya agar pesan yang disampaikan mudah dimengerti oleh peserta didik. Tujuan khususnya memberikan pengalaman belajar yang berbeda, menumbuhkan sikap keterampilan berbasis T.I., menciptakan situasi belajar menyenangkan, menjadikan belajar lebih menarik, variatif, efektif, dan efisien.
Penggunaan TIK dalam pembelajaran pun memiliki beberapa kendala, yaitu, kesulitan dalam pengembangan program, infrastruktur yang belum memadai, SDM yang terbatas, gagap teknologi, kultur belajar yang sulit berubah, dan luasnya wilayah jangkauan dan belum meratanya kualitas penerimaan pesan.
3.           MODEL TEACHING AIDS PAUD BERBASIS TIK
A.   Pengertian Media
Menurut AECT media adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan menyalurkan pesan atau informasi. Sedangkan menurut Anderson media adalah perlengkapan yang digunakan untuk menyalurkan pesan dan memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dan pesan.
Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan media adalah suatu perlengkapan yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan menyalurkan pesan sehingga memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dengan pesan.Penggunaan media dalam pembelajaran dapat meningkatkan daya ingat.
Selain itu, manfaat dari media pembelajaran yaitu menyederhanakan pesan, mengurangi verbalitis, menyamakan persepsi, menarik perhatian, menghemat waktu, dll.
Komunikasi Verbal daya ingatnya dalam 3 jam 70% dan # hari 10%, visual daya ingatnya 3 jam 72% dan 3 Hari 20 %, verbal+visual daya ingatnya 3 jam 85% Dan 3 hari 65%.
B.   Kriteria Media Pembelajaran
1)    Kesederhanaan
Penggunaan 1 slide untuk 1 konsep, rumus 6 x 6 untuk tulisan, huruf yang digunakan mudah dibaca, visual untuk pesan yang kompleks.
2)    Keutuhan
Keutuhan adalah keharmonisan dalam kesatuan pesan.
3)    Keseimbangan
Keseimbangan yang dimaksudkan adalah keserasian tata letak desain pesan pada bidang slide atau transparasi.
4)    Ketegasan
Teknik memberi penekanan pada bagian yang penting dengan memberi warna yang berbeda, garis bawah, perbesar tulisan ataupun arsiran.

C.   Klasifikasi Media
1)    Alat Bantu (Teaching AIDS)
Penggunaan lingkungan, benda sebenarnya, gambar, foto, nara sumber, taktil, model, dll.
2)    Media Pembelajaran
Penggunaan modul, program audio, program video, CAI, multimedia, dll.

D.   Klasifikasi Tecahing AIDS
1)    By Utilization (lingkungan, benda sebenarnya, nara sumber, fenomena alam, dll.).
2)    By Design (gambar, foto, slide, model, taktil, benda-benda rekayasa, komponen grafis, dll.).

E.   Prinsip Pemanfaatan Teaching AIDS PAUD
1)    Menyenangkan
2)    Bagian dari bermain
3)    Bermakna
4)    Melibatkan Multiple Intelegency
5)    Guru harus kreatif
6)    Mengoptimalkan “Teaching AIDS” by utilization dan by design
7)    Dirancang dnegan baik, namun bersifat fleksibel.

Penggunaan Model Teaching AIDS merupakan salah satu upaya kreatif guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran PAUD dengan cara-cara menyenangkan.

F.    Prosedur Pemanfaatan Teaching AIDS dalam PAUD (Untuk Satu Tema Pembelajaran)

4.           DISTANCE EDUCATION
Distance Education atau Pendidikan Jarak Jauh adalah jenis pendidikan dimana peserta didik berjarak jauh jauh dari dari pendidik, sehingga pendidikan tidak dilakukan dengan cara tatap muka. Maka penyajian materi pembelajaran kepada peserta didik harus melalui media.
Pembelajaran yang digunakan pada Distance Education adalah Computer Based Learning, seperti On-line Learning, E-Learning, Distance Learning.

A.   On-Line Learning (Web Based Learning)
Yaitu pemanfaatan internet sebagai sumber belajar/informasi. Dalam Distance Education digunakan untuk melengkapi tugas terstruktur, pengayaan materi, referensi penunjang.
Keuntungan pemanfaatan WBL, yaitu mengatasi keterbatasan sumber belajar, memiliki jangkauan yang luas dan memberikan pelayanan yang cepat dan efisien.
Implikasi pemanfaatan WBL yaitu untuk memperbaiki infrastruktur lembaga pengguna (sarana-prasarana dan SDM) dan sosialisai & pembimbingan yang intensis ke semua siswa.

B.   E-Learning (Techologi Based Learning)
Yaitu pemanfaatan Teknologi Elektronik sebagai media pembelajaran. E-learning pada Distance Learning merupakan bagian integral dari materi pembelajaran, pengayaan materi pembelajaran.
Keuntungan penggunaan E-Learning yaitu mengatasi keterbatasan SDM, meningkatkan efisensi, pembelajaran menjadi lebih variatif dan inovatif.
Implikasi penggunaan E-Learning yaitu dalam pengembangan sistem pembelajaran ke E-Learning, tersedianya sistem jaringan yang memadai, dan penggunaan kualifikasi SDM.

C.   Distance Learning (Integreted System)
Yaitu pemanfaatan teknologi elektronik dan jaringan sebagai sistem pembelajaran. Digunakan dalam sistem pembelajaran yang menggunakan panduan belajar.
D.   Penggunaan Teknologi Dalam Pendidikan Jarak Jauh
1)    Teks
Sebagai bahan ajar cetak berupa modul elektronik.
2)    E-Learing
Berupa audio conferencing dan video conferencing.

5.           STANDARISASI MULTIMEDIA
A.   Karakteristik Multimedia Pembelajaran
1)    Mempermudah penerimaan pesan
2)    Mengefektifkan pencapain tujuan
3)    Mempersingkat waktu pembelajaran
4)    Memberi kesenangan dalam belajar

B.   Prinsip Pengembangan Multimedia Pembelajaran
1)    Ketercapaian tujuan pembelajaran    
2)    Kesesuaian dengan karakteristik sasaran
3)    Ketepatan dengan jenis materi pelajaran
4)    Kesesuaian dengan latar (setting)
5)    Memberi “kesenangan” dalam belajar
C.   Unsur-Unsur Naskah Multimedia Pembelajaran
Naskah berisi petunjuk teknis produksi yang bersifat universal. Naskah mengandung unsur-unsur:
1)    Identitas:  Berisi,  Judul, Sasaran, Durasi, dan Nama Penulis, dll.
2)    Petunjuk Visual:  Berisi, Keterangan gambar dan Teknis Produksi, dll.
3)    Petunjuk Audio:  Berisi, Keterangan audio yg  meliputi: Narasi, Musik, FX, dan Teknis Produksi, dll.


D.   Indikator Penilaian Naskah Multimedia Pembelajaran
Penilaian naskah multimedia pembelajaran dilihat dari desain pembelajaran, perancang interface dan kelayakan dalam produksi.

1)    Unsur-Unsur Penilaian Desain Pembelajaran
§  Ketepatan media dengan tujuan pembelajaran.
§  Ketepatan media dengan materi pelajaran.
§  Kesesuaian media degan sasaran (pengguna).
§  Ketercapaian tujuan pembelajaran.


2)    Unsur-Unsur Penilaian Interface Multimedia Pembelajaran
§  Ketepatan visual dengan: tujuan pembelajaran, materi pelajaran, karakteristik sasaran (pengguna) dan latar (lingkungan sosial anak).
§  Fungsi animasi untuk: memperjelas materi pelajaran, merupakan bagian dari pesan, dan memberi daya tarik visual.
§  Audio: kesesuaian musik dengan program/ thema, kesesuaian musik dengan karakteristik sasaran, ketepatan narasi dengan visual,k esesuaian narasi dengan karakteristik sasaran dan kecukupan narasi dengan tujuan pembelajaran.
§  Fungsi Teks: sebagai materi pelajaran, memperjelas materi pelajaran, hanya bagian dari pesan/materi pelajaran dan sebagai pilihan bagi sasaran tertentu.
§  Fungsi Transisi: sebagai perpindahan dari opening ke program, sebagai perpindahan antar pesan, sebagai perpindahan antar sub-topik dan sebagai perpindahan dari program ke clossing.

3)    Unsur-Unsur Penilaian Kelayakan Produksi
§  Ketersediaan software & hardware pendukung.
§  Keterampilan yang cukup.
§  Ketersediaan dana & dukungan dari lembaga.
§  Tidak melanggar ketentuan yang ada.

6.           PENELITIAN BERBASI TIK DALAM PAUD
A.   Kawasan Penelitian TIK
1)    Computer Based Learning
2)    On-line Learning
3)    E-Learning
4)    Distance Learning
B.   Kelebihan Penggunaan TIK dalam Pendidikan
1)    Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik.
2)    Program dapat di-update secara cepat.
3)    Interaksi dapat bersifat real time.
4)    Mengakomodasi seluruh proses belajar.
5)    Dapat diakses dari lokasi mana saja.
6)    Materi dirancang secara multimedia.
7)    Peserta belajar terhubung keseluruh perputakaan dunia.

C.   Kelemahan Penggunaan TIK dalam Pendidikan
1)    Buruknya perencanaan penggunaan sehingga tidak sesuai kebutuhan.
2)    Pengguna tidak mengenal secara baik sistem yang digunakan.
3)    Permasalahan bendwidth yang kecil.

D.   Hasil Penelitian Penggunaan TIK dalam Pendidikan
1)    Kualitas siswa jauh lebih baik dibanding.
2)    kelas kovensional.
3)    Siswa antusias mengikuti dan menyelesai.
4)    kan keseluruhan proses.
5)    Adanya tingkat kepuasan pada siswa.
6)    Siswa dpt menyelesaikan seluruh fungsi.
7)    sistem dengan baik.

SUMBER:
Bahan Ajar Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi Dr. Robinson Situmorang.