Kamis, 07 Februari 2013

Resume TIK



Resume Teknologi Komunikasi dan
 Informasi Dalam Pendidikan



 

Oleh :

Sitti Supiyati
7516120282




PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2012



1.           PERGESERAN PARADIGMA PENDIDIKAN
Pendidikan Bukan hanya sebatas pemahaman singkat terhadap sesuatu, tapi lebih merupakan proses penguasaan ilmu pengetahuan yang fungsional berdasarkan kerangka fikir ilmia. Pergeseran paradigma pendidikan ditandai dengan perubahan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kurikulum, Pendekatan Pembelajaran dari Teacher Center Learning (TCL) ke Student Center Learning (SCL), Strategi Pembelajaran.
Perubahan kurikulum dari Kurikulum Nasional 1994 (yang berorientasi pada penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai target kurikulum program studinya, dan penilaian oleh perguruan tinggi sendiri) ke Kurikulum Berbasis Kompetensi (yang berorientasi pada pengusaan kompetensi di bidang pekerrjaan tertentu sesuai dengan kurikulum bidang studinya, dan penilaian oleh masyarakat pengguna lulusan) diharapkan dapat memberikan perubahan ke arah yang positif dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, dunia kerja, profesional (sesuai dengan bidang ahlinya) dan generasi masa depan yang lebih baik.
Ciri-ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK):
1.    Menyatakan secara jelas bahwa KOMPETENSI sebagai keluaran proses pembelajaran .
2.    Materi ajar dan proses pembelajaran didesain berorientasi pada pencapaian kompetensi dan berfokus pada minat peserta didik.
3.    Penilaian hasil belajar ditekankan pada kemam-puan unjuk kerja (melakukan sesuatu).
4.    Disusun oleh penyelenggara dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap lulusan.
5.    Merupakan INTEGRASI dari penguasaan ranah kognitif, psikomotorik dan afektif.
Kompetensi dalam tujuan pendidikan saat ini hanya difokuskan pada satu domain saja, yaitu domain kognitif, sedangkan domain afektif dan psikomotorik hanya beberapa persen saja. Maka, perlu dilakukannya beberapa perubahan, agar ketiga domain dapat terpenuhi dengan seimbang. Salah satunya dengan diadakannya pergeseran pendekatan dalam pembelajaran dari TCL ke SCL.
Ciri-Ciri Pembelajaran SCL(Student Centre Learning)
Ø  Guru/ Dosen dan peserta didik  secara aktif bersama sama membangun pengetahuan
Ø  Guru/Dosen lebih berperan sebagai fasilitator yang membimbing  peserta didik  belajar dari pada  pemberi informasi 
Ø  Belajar bukan hanya penguasaan materi per-kuliahan tetapi juga diarahkan pada pengem-bangan karakter  mahasiswa agar  menjadi pebelajar sepanjang hayat.
Ø  Belajar dan evaluasi dilakukan secara berta-hap dan terintegrasi (Pendekatan Proses)
Ø  Belajar merupakan proses  pengembangan pengetahuan. Jawaban salah terhadap suatu pertanyaan dianggap bagian dari belajar 
Ø  Proses belajar lebih kolaboratif & kooperatif
Ø  Belajar dapat dilakukan dimana & kapanpun
Ø  Belajar diarahkan pada pencapaian kompe-tensi mahasiswa melalui proses, penemuan  dan pemecahan masalah
Ø  Belajar diarahkan pada  pembelajaran ber-basis aneka sumber belajar
Ø  Proses pembelajaran cenderung mengguna-kan pendekatan interdisiplin
Ø  Proses pembelajaran difasilitasi mengguna-kan multimedia / TIK.



Peranan Guru Dan Dosen
v  Merumuskan tujuan/kompetensi pembelajaran
v  Menyediakan dan  memberikan  pengalaman belajar sesuai  dengan  tuntutan kompetensi
v  Menciptakan pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan
v  Mengecek perkembangan belajar peserta didik secara pribadi
v  Mendorong pesert berfikir kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah
v  Menjelaskan tentang norma, aturan, standar, sistem nilai, dan etika  yang berkaitan dengan mata pelajaran/kuliah.  
Perubahan Standar Kompetesi Lulusan (SKL) mengakibatkan perubahan strategi pembelajaran sesuai dengan SK Mendiknas No. 045/U/2002. Strategi pembelajaran yang digunakan pada harus lebih menyenangkan, bermakna, memberdayakan aneka sumber dan berorientasi pada T.I. agar hasil dari pembelajaran akan menjadi lebih baik dan memenuhi semua aspek dari tujuan pembelajaran itu sendiri.

2.           PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
Pembelajaran berbasis TIK adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang mengoptimalkan penggunaan  teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar dan sebagai medium penyampaian pesan dalam pembelajaran.
Perkembangan pembelajaran berbasis TIK diawali dari oral, lambang dan bunyi-bunyian, kemudian beralih ke cetak, audio dan visual, kemudian menjadi audio-visual, interaktif, multimedia, dan jaringan yang berbasis TIK. TIK memicu lahirnya berbagai model pembelajaran yang berbasis komputer. Computer Based Instruction ditandai dengan perubahan TCL ke SCL, dengan Computer Based Instruction pembelajaran menjadi lebih menarik, variatif, efektif, dan efisien. Computer Based Instruction terdiri dari dua pembelajaran, yaitu pembelajaran off-line dan pembelajaran on-line. Pembelajaran off-line yaitu Computer Based Learning, sedangkan pembelajaran on-line yaitu On-line Learning(Web Based Learning), E-Learning(Technologi Based Learning), dan Distance Learning(integreted System)
TIK sebagai sumber belajar
q    Menjawab Kebutuhan Informasi
1.    Mengintegrasikan TIK sebagai sumber  belajar
2.    Memastikan alamat-alamat situs yang akan dikunjungi
3.    Mengembangkan LKS berbasis PBK
4.    Membuat lembar refleksi diri
q    Layanan Yang Cepat dan Murah
1.    Meninggalkan kebiasaan satu sumber belajar
2.    Menggunakan ANEKA sumber belajar    
3.    Mengefektifkan penggunaan internet 
q    Informasi Terkini
1.    Cepat, terkoneksi ke semua sistem jaringan perpustakaan
2.    Terkini, informasi secara teratur diperbaharui
Tujuan utamnya agar pesan yang disampaikan mudah dimengerti oleh peserta didik. Tujuan khususnya memberikan pengalaman belajar yang berbeda, menumbuhkan sikap keterampilan berbasis T.I., menciptakan situasi belajar menyenangkan, menjadikan belajar lebih menarik, variatif, efektif, dan efisien.
Penggunaan TIK dalam pembelajaran pun memiliki beberapa kendala, yaitu, kesulitan dalam pengembangan program, infrastruktur yang belum memadai, SDM yang terbatas, gagap teknologi, kultur belajar yang sulit berubah, dan luasnya wilayah jangkauan dan belum meratanya kualitas penerimaan pesan.
3.           MODEL TEACHING AIDS PAUD BERBASIS TIK
A.   Pengertian Media
Menurut AECT media adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan menyalurkan pesan atau informasi. Sedangkan menurut Anderson media adalah perlengkapan yang digunakan untuk menyalurkan pesan dan memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dan pesan.
Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan media adalah suatu perlengkapan yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan menyalurkan pesan sehingga memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dengan pesan.Penggunaan media dalam pembelajaran dapat meningkatkan daya ingat.
Selain itu, manfaat dari media pembelajaran yaitu menyederhanakan pesan, mengurangi verbalitis, menyamakan persepsi, menarik perhatian, menghemat waktu, dll.
Komunikasi Verbal daya ingatnya dalam 3 jam 70% dan # hari 10%, visual daya ingatnya 3 jam 72% dan 3 Hari 20 %, verbal+visual daya ingatnya 3 jam 85% Dan 3 hari 65%.
B.   Kriteria Media Pembelajaran
1)    Kesederhanaan
Penggunaan 1 slide untuk 1 konsep, rumus 6 x 6 untuk tulisan, huruf yang digunakan mudah dibaca, visual untuk pesan yang kompleks.
2)    Keutuhan
Keutuhan adalah keharmonisan dalam kesatuan pesan.
3)    Keseimbangan
Keseimbangan yang dimaksudkan adalah keserasian tata letak desain pesan pada bidang slide atau transparasi.
4)    Ketegasan
Teknik memberi penekanan pada bagian yang penting dengan memberi warna yang berbeda, garis bawah, perbesar tulisan ataupun arsiran.

C.   Klasifikasi Media
1)    Alat Bantu (Teaching AIDS)
Penggunaan lingkungan, benda sebenarnya, gambar, foto, nara sumber, taktil, model, dll.
2)    Media Pembelajaran
Penggunaan modul, program audio, program video, CAI, multimedia, dll.

D.   Klasifikasi Tecahing AIDS
1)    By Utilization (lingkungan, benda sebenarnya, nara sumber, fenomena alam, dll.).
2)    By Design (gambar, foto, slide, model, taktil, benda-benda rekayasa, komponen grafis, dll.).

E.   Prinsip Pemanfaatan Teaching AIDS PAUD
1)    Menyenangkan
2)    Bagian dari bermain
3)    Bermakna
4)    Melibatkan Multiple Intelegency
5)    Guru harus kreatif
6)    Mengoptimalkan “Teaching AIDSby utilization dan by design
7)    Dirancang dnegan baik, namun bersifat fleksibel.

Penggunaan Model Teaching AIDS merupakan salah satu upaya kreatif guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran PAUD dengan cara-cara menyenangkan.

F.    Prosedur Pemanfaatan Teaching AIDS dalam PAUD (Untuk Satu Tema Pembelajaran)

4.           DISTANCE EDUCATION
Distance Education atau Pendidikan Jarak Jauh adalah jenis pendidikan dimana peserta didik berjarak jauh jauh dari dari pendidik, sehingga pendidikan tidak dilakukan dengan cara tatap muka. Maka penyajian materi pembelajaran kepada peserta didik harus melalui media.
Pembelajaran yang digunakan pada Distance Education adalah Computer Based Learning, seperti On-line Learning, E-Learning, Distance Learning.

A.   On-Line Learning (Web Based Learning)
Yaitu pemanfaatan internet sebagai sumber belajar/informasi. Dalam Distance Education digunakan untuk melengkapi tugas terstruktur, pengayaan materi, referensi penunjang.
Keuntungan pemanfaatan WBL, yaitu mengatasi keterbatasan sumber belajar, memiliki jangkauan yang luas dan memberikan pelayanan yang cepat dan efisien.
Implikasi pemanfaatan WBL yaitu untuk memperbaiki infrastruktur lembaga pengguna (sarana-prasarana dan SDM) dan sosialisai & pembimbingan yang intensis ke semua siswa.

B.   E-Learning (Techologi Based Learning)
Yaitu pemanfaatan Teknologi Elektronik sebagai media pembelajaran. E-learning pada Distance Learning merupakan bagian integral dari materi pembelajaran, pengayaan materi pembelajaran.
Keuntungan penggunaan E-Learning yaitu mengatasi keterbatasan SDM, meningkatkan efisensi, pembelajaran menjadi lebih variatif dan inovatif.
Implikasi penggunaan E-Learning yaitu dalam pengembangan sistem pembelajaran ke E-Learning, tersedianya sistem jaringan yang memadai, dan penggunaan kualifikasi SDM.

C.   Distance Learning (Integreted System)
Yaitu pemanfaatan teknologi elektronik dan jaringan sebagai sistem pembelajaran. Digunakan dalam sistem pembelajaran yang menggunakan panduan belajar.
D.   Penggunaan Teknologi Dalam Pendidikan Jarak Jauh
1)    Teks
Sebagai bahan ajar cetak berupa modul elektronik.
2)    E-Learing
Berupa audio conferencing dan video conferencing.

5.           STANDARISASI MULTIMEDIA
A.   Karakteristik Multimedia Pembelajaran
1)    Mempermudah penerimaan pesan
2)    Mengefektifkan pencapain tujuan
3)    Mempersingkat waktu pembelajaran
4)    Memberi kesenangan dalam belajar

B.   Prinsip Pengembangan Multimedia Pembelajaran
1)    Ketercapaian tujuan pembelajaran    
2)    Kesesuaian dengan karakteristik sasaran
3)    Ketepatan dengan jenis materi pelajaran
4)    Kesesuaian dengan latar (setting)
5)    Memberi “kesenangan” dalam belajar
C.   Unsur-Unsur Naskah Multimedia Pembelajaran
Naskah berisi petunjuk teknis produksi yang bersifat universal. Naskah mengandung unsur-unsur:
1)    Identitas:  Berisi,  Judul, Sasaran, Durasi, dan Nama Penulis, dll.
2)    Petunjuk Visual:  Berisi, Keterangan gambar dan Teknis Produksi, dll.
3)    Petunjuk Audio:  Berisi, Keterangan audio yg  meliputi: Narasi, Musik, FX, dan Teknis Produksi, dll.


D.   Indikator Penilaian Naskah Multimedia Pembelajaran
Penilaian naskah multimedia pembelajaran dilihat dari desain pembelajaran, perancang interface dan kelayakan dalam produksi.

1)    Unsur-Unsur Penilaian Desain Pembelajaran
§  Ketepatan media dengan tujuan pembelajaran.
§  Ketepatan media dengan materi pelajaran.
§  Kesesuaian media degan sasaran (pengguna).
§  Ketercapaian tujuan pembelajaran.


2)    Unsur-Unsur Penilaian Interface Multimedia Pembelajaran
§  Ketepatan visual dengan: tujuan pembelajaran, materi pelajaran, karakteristik sasaran (pengguna) dan latar (lingkungan sosial anak).
§  Fungsi animasi untuk: memperjelas materi pelajaran, merupakan bagian dari pesan, dan memberi daya tarik visual.
§  Audio: kesesuaian musik dengan program/ thema, kesesuaian musik dengan karakteristik sasaran, ketepatan narasi dengan visual,k esesuaian narasi dengan karakteristik sasaran dan kecukupan narasi dengan tujuan pembelajaran.
§  Fungsi Teks: sebagai materi pelajaran, memperjelas materi pelajaran, hanya bagian dari pesan/materi pelajaran dan sebagai pilihan bagi sasaran tertentu.
§  Fungsi Transisi: sebagai perpindahan dari opening ke program, sebagai perpindahan antar pesan, sebagai perpindahan antar sub-topik dan sebagai perpindahan dari program ke clossing.

3)    Unsur-Unsur Penilaian Kelayakan Produksi
§  Ketersediaan software & hardware pendukung.
§  Keterampilan yang cukup.
§  Ketersediaan dana & dukungan dari lembaga.
§  Tidak melanggar ketentuan yang ada.

6.           PENELITIAN BERBASI TIK DALAM PAUD
A.   Kawasan Penelitian TIK
1)    Computer Based Learning
2)    On-line Learning
3)    E-Learning
4)    Distance Learning
B.   Kelebihan Penggunaan TIK dalam Pendidikan
1)    Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik.
2)    Program dapat di-update secara cepat.
3)    Interaksi dapat bersifat real time.
4)    Mengakomodasi seluruh proses belajar.
5)    Dapat diakses dari lokasi mana saja.
6)    Materi dirancang secara multimedia.
7)    Peserta belajar terhubung keseluruh perputakaan dunia.

C.   Kelemahan Penggunaan TIK dalam Pendidikan
1)    Buruknya perencanaan penggunaan sehingga tidak sesuai kebutuhan.
2)    Pengguna tidak mengenal secara baik sistem yang digunakan.
3)    Permasalahan bendwidth yang kecil.

D.   Hasil Penelitian Penggunaan TIK dalam Pendidikan
1)    Kualitas siswa jauh lebih baik dibanding.
2)    kelas kovensional.
3)    Siswa antusias mengikuti dan menyelesai.
4)    kan keseluruhan proses.
5)    Adanya tingkat kepuasan pada siswa.
6)    Siswa dpt menyelesaikan seluruh fungsi.
7)    sistem dengan baik.

SUMBER:
Bahan Ajar Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi Dr. Robinson Situmorang.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar